Cerita Perjalanan Hero Furion Dota 2

Kali ini kita akan membahas tentang cerita Nature Prophet. Darimana sih dia berasal dan bagaimana ia bisa lahir di dunia? Yuk simak cerita hero Dota 2 Nature Prophet berikut ini! Ketika dunia hanya terdiri dari tanah dan pasir, semua yang terlihat hanyalah warna coklat dan abu-abu. Tidak ada kehidupan sama sekali pada saat itu, tetapi kemudian Verocidia, sang dewi hutan melihat suatu peluang tumbuhnya kehidupan di suatu batu.

Kekuatan yang dimiliki oleh Verocidia sangatlah luar biasa, ia dapat membuat kehidupan/tanaman. Setelah berkeliling di dunia tanpa kehidupan ini, Verocidia pun memutuskan untuk membuat kehidupan dan warna di dunia ini.

Selama setahun lamanya Verocidia menanam bibit tanaman di dunia ini, ia menanam di tempat yang menurutnya layak untuk ditanami tumbuhan. Beberapa dari tanamannya sangatlah kecil namun beberapa juga memiliki bentuk yang sangat besar bahkan tingginya mencapai langit dan dahannya menyebar di seluruh permukaan langit.

Tanpa mengenal lelah ia terus menanam tanaman dan menyiraminya dengan air yang berasal dari dalam bumi serta memaksa matahari untuk fokus menyinari tanamannya. Kemudian, Verocidia pun tersenyum dan membayangkan betapa indahnya dunia ini nantinya.

Suatu hari, sewaktu Verocidia berjalan melewati danau, ia melihat bayangan dirinya sendiri dan terkejut bahwa dirinya mulai tua. Dirinya yang dulu cantik kini mulai keriput, rambut yang dulunya berwarna emas kini telah berwarna putih dan mulai rontok. Bekerja selama bertahun-tahun hanya untuk menumbuhkan tanaman telah menguras banyak tenaga Verocidia, sang dewi pun sadar bahwa waktunya di dunia ini sudah tidak lama lagi, jika waktunya telah habis ia akan layu dan jatuh seperti daun di musim gugur.

Verocidia pun bingung dan merasa sakit hati memikirkan hal ini, bukan karena sang dewi tidak bisa melihat hasil dari kerja kerasnya tetapi ia takut karena tidak ada orang lain yang dapat menjaga taman kehidupan miliknya ini. Ia takut nantinya tumbuhan yang telah ia tanam akan mati karena kekejaman dunia ini.

Dengan penuh rasa takut, sang dewi pun mulai mencari sesuatu. Seketika ia pun mendapatkan sebuah bibit yang belum pernah tersentuh. Ia pun mendekap bibit tersebut dan mengatakan suatu kata kepada bibit itu sebelum akhirnya Verocidia mencapai batasnya. Verocidia pun duduk di sebuah genangan air dan tersenyum dengan tenang karena tahu bahwa tugasnya telah selesai.

Akhirnya Verocidia pun menghembuskan nafas terakhir, tubuhnya pun terurai selama musim dingin berlangsung. Saat musim semi, tubuhnya berubah menjadi humus dan menjadi makanan bagi tumbuhannya. Perlahan tapi pasti, tumbuhan di taman kehidupan Verocidia mulai bermekaran. Pada awal musim semi, ketika semua tanaman sudah mekar ada satu tanaman yang belum juga mekar, ternyata tanaman tersebut adalah tanaman terakhir yang ditanam oleh dewi Verocidia. Karena hal itulah yang membuat tanaman ini menjadi spesial ketimbang dengan tumbuhan lainnya.

Tak kunjung mekar tanaman terakhir itu malah semakin besar, saking besarnya membuat tanaman lain menjadi terlihat kecil. Tanaman itu lebih terlihat seperti telur daripada sebuah tanaman. Tanaman di sekitarnya terlihat tidak peduli dengan pertumbuhan tanaman terakhir itu, mereka melupakan bahwa tanaman itulah yang terakhir ditanam oleh dewi mereka bahkan mereka malah mengira bahwa tanaman tersebut mungkin berbahaya bagi mereka.