Cerita Perjalanan Hero Phantom Lancer Dota 2

Apakah kamu tahu asal mula kekuatan Phantom Lancer yang misterius? Dari mana sih dia berasal? Yuk, sama-sama kita cari tahu masa lalu dari Azwraith, sang Phantom Lancer! Perang bukanlah hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun, pada kenyataannya perang selalu datang di saat yang tidak kita duga. Inilah satu pelajaran penting yang seharusnya di pahami oleh para penduduk Pole, sebuah kota kecil yang berada jauh dari peradaban dan negara besar lainnya.

Walaupun dikenal sebagai bangsa yang menghindari konflik, para penduduk Pole adalah pemburu yang sangat handal. Mereka mampu memancing di perairan yang dipenuhi oleh ikan raksasa dan hutan lebat tanpa rasa takut akan apapun. Salah satu pemburu dari kota tersebut yang paling dikenal adalah Azwraith, seorang nelayan yang kekuatan dan keberaniannya diakui oleh semua penduduk Pole.

Berlawanan dengan kehidupan di Pole yang penuh perdamaian, sebuah negara yang terletak tidak jauh dari kota tersebut sedang berada di tengah perebutan kekuasaan. Di tengah peperangan tersebut, Vorn, salah satu penyihir kerajaan, menggunakan sihir untuk membantu sebagian pasukannya yang masih bertahan hidup melarikan diri ke dalam hutan dan meninggalkan tempat tinggal mereka yang kini telah hancur.

Melihat tempat tinggal mereka hancur karena perang pasti membuat siapapun merasa putus asa. Namun, Vorn berhasil meyakinkan pasukannya untuk terus masuk ke tengah hutan hingga tiba di tempat yang jauh lebih aman. Dalam kondisi letih dan penuh dengan luka, Vorn tiba di hadapan gerbang Pole, sebuah kota yang tidak pernah dikenal sebelumnya. Sang penyihir kemudian memohon kepada penduduk Pole untuk memberikan pasukannya tempat beristirahat, sebuah permintaan yang berhasil dikabulkan oleh para petinggi Pole, dengan syarat mereka harus segera pergi setelah mendapat istirahat yang cukup.

Walaupun Vorn bersikap baik di hadapan para penduduk Pole, sebenarnya dia berencana untuk menguasai kota tersebut. Pengaruh dari salah satu ancient ternyata telah menguasai pikirannya sehingga Vorn menjadi haus akan kekuasaan, dan kehancuran tempat tinggalnya justru membuat dia harus memiliki sebuah kerajaan baru. Saat tiba waktu bagi dirinya untuk pergi dari Pole, Vorn justru memerintahkan pasukannya untuk menyerang kota tersebut dan hanya dalam satu malam dirinya telah merubah tempat yang dahulu sangat tenang menjadi medan pertempuran.

Walaupun pasukan Vorn menyerang secara tiba-tiba di malam hari, Azwraith dengan cepat langsung mengambil perlengkapan berburunya untuk bertarung bersama dengan teman-temannya. Walaupun mereka belum pernah melawan seorang manusia, kekuatan penduduk Pole ternyata cukup membuat pasukan Vorn kewalahan. Namun, pada akhirnya mereka sadar bahwa hanya masalah waktu sebelum mereka harus menyerah. Pada penghujung malam terpanjang dalam hidup mereka, untuk pertama kalinya para penduduk Pole merasakan arti dari kata peperangan. Bahkan sebuah kota yang memilih untuk hidup damai harus tunduk di bawah kekuatan seorang ancient.

Di bawah kekuasaan Vorn, setiap pemburu Pole termasuk Azwraith harus mengikuti pelatihan khusus agar dapat mempertahankan diri dari serangan negara lain. Keseharian mereka yang dahulu dihabiskan dengan memancing dan berburu kini telah berubah menjadi pelajaran strategi dan teknik bertarung. Walaupun dirinya dengan patuh mengikuti setiap perintah Vorn, dalam hatinya Azwraith memiliki rasa benci yang mendalam kepada Vorn dan bersumpah untuk mengambil kembali tempat tinggalnya.

Jumlah penduduk Pole memang jauh lebih banyak dibandingkan pasukan Vorn, namun, dalam pertarungan pengalaman mereka sangat berbeda jauh. Azwraith harus mencari cara di mana mereka bisa menghindari konfrontasi langsung dan menghabisi satu persatu pasukan Vorn. Untungnya, teknik berperang yang selama ini telah dia pelajari membuat dirinya bisa merancang strategi yang sangat menguntungkan bagi para penduduk Pole. Setelah memiliki rencana, kini para prajurit Pole hanya tinggal menunggu waktu sebelum mereka bisa melakukan pemberontakan dengan Azwraith sebagai seorang pemimpin.

Sebuah perang akan kembali terjadi di tengah kota Pole, dan kali ini justru para penduduknya yang akan memulai perang tersebut! Namun, apakah kekuatan Azwraith sang Phantom Lancer berhasil mengalahkan pasukan Vorn?

Di bawah komando Azwraith dan prajurit Pole lainnya, mereka berhasil melancarkan serangan dadakan di malam hari yang sanggup untuk mengejutkan seorang prajurit veteran sekalipun. Sesuai rencana mereka, satu persatu anggota pasukan Vorn mulai berjatuhan sehingga sebagian yang masih tersisa bisa diatasi dengan mudah. Secara perlahan tapi pasti, Azwraith bersama dengan rekan-rekannya mulai bergerak keluar dari kota tersebut dan berjalan mendekati menara tempat tinggal Vorn.

Vorn tidak pernah berpikir bahwa suatu saat para penduduk Pole yang dikenal cinta damai bisa sebuah pemberontakan. Rasa takut dan panik mulai merasuki pikirannya sehingga Vorn mulai menggunakan bantuan sihir untuk memanggil monster dan memerintahkan para penjaganya agar menghentikan kelompok pemberontak tersebut. Di hadapan para monster dan penjaga tersebut para prajurit Pole mulai berjatuhan. Azwraith tahu bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan pembantaian tersebut adalah dengan membunuh Vorn.

Dengan sigap Azwraith mencoba untuk memasuki menara Vorn dan meninggalkan pasukannya yang saat itu sedang bertarung. Setiap langkah yang dia ambil untuk mencapai puncak menara tersebut terasa sangat berat. Walaupun dirinya tahu bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan tempat tinggalnya, Azwraith harus mengorbankan teman-temannya dalam sebuah pertarungan yang tidak akan bisa mereka menangkan.

Di puncak menara tersebut pertarungan antara Vorn dan Azwraith berlangsung dengan cukup lama. Setiap serangan sihir yang dilancarkan oleh Vorn selalu diiringi oleh suara tangisan serta teriakan para penduduk Pole yang terus terngiang dalam kepala Azwraith. Dia tahu bahwa kekalahannya di hadapan sang penyihir sama dengan kehancuran bagi seluruh penduduk Pole. Dengan penuh rasa benci dan amarah, Azwraith mengumpulkan sisa tenaganya dan melancarkan serangan terakhir yang menusuk tubuh sang penyihir.

Walaupun tubuhnya telah tertusuk tombak, Vorn tetap tersenyum dengan tenang. Tubuhnya mungkin sudah sangat lemah, namun sang penyihir masih bisa melancarkan serangan terakhir kepada Azwraith. Secara tiba-tiba tubuh Vorn meledak menjadi jutaan serpihan cahaya yang menusuk Azwraith dan kepulan asap yang memenuhi ruangan tersebut. Ledakan besar tersebut didengar oleh seluruh prajurit yang saat itu sedang bertarung, dan seiring dengan menghilangnya asap di atas menara tersebut satu persatu monster yang berada di bawah kendali Vorn hadapi kehilangan kekuatan mereka.

Saat kesadarannya kembali dan asap yang memenuhi ruangan tersebut mulai menghilang, Azwraith melihat bahwa dirinya dikelilingi oleh sekelompok penduduk Pole. Pada awalnya dia tidak menghiraukan hal ini, namun anehnya masing-masing penduduk tersebut memiliki bentuk tubuh dan wajah yang menyerupai dirinya, dan saat Azwraith menyadari hal ini, penduduk tersebut justru menghilang seperti asap. Azwraith mulai mengerti bahwa serangan terakhir Vorn bukanlah sebuah sihir biasa.

Merasa heran dengan apa yang baru saja dia lihat, rasa takut mulai merasuki pikirannya. Azwraith tahu bahwa penduduk Pole masih memiliki kebencian terhadap kekuatan sihir walaupun Vorn telah mati, dan penyihir tersebut justru memberikan sedikit kekuatannya kepada Azwraith agar dirinya diasingkan. Untuk pertama kalinya Azwraith tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dan dia kembali dikejutkan oleh suara langkah kaki teman-temannya yang akan segera menghampiri dirinya.

Secara spontan Azwraith memutuskan untuk melarikan diri dari tempat tersebut dan mencoba untuk menggunakan kekuatan barunya, sehingga saat teman-temannya tiba di ruangan sang penyihir yang mereka lihat hanyalah bayangan Azwraith. Dengan terpaksa Azwraith harus meninggalkan tempat tinggalnya dan memulai hidup sebagai seorang pengembara, dan dengan kekuatan barunya dia bertekad untuk menghentikan semua orang yang berada di bawah kendali Diruulth. Tidak ada yang tahu seperti apa kehidupan dirinya sekarang atau di mana dia berada. Namun, satu hal yang pasti adalah sampai kapan pun nama Azwraith akan selalu dikenang sebagai pahlawan pertama dari Pole dan pahlawan bernama Phantom Lancer.

Bagaimana menurutmu masa lalu dari Phantom Lancer? Ternyata dibalik kekuatannya yang misterius ada masa lalu yang cukup menyedihkan. Apakah masih ada hero lainnya yang masa lalunya ingin kamu ketahui? Langsung tuliskan saja di komentar yah!

Mungkin Anda Menyukai